3 Pelatih yang Resah Menanti Kemungkinan Vonis Pemecatan di Pentas Premier League

3 Pelatih yang Resah Menanti Kemungkinan Vonis Pemecatan di Pentas Premier League
Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, bersalaman dengan Jesse Lingard usai melawan Cardiff pada laga Liga Inggris di Stadion Old Trafford, Manchester, Minggu (12/5). MU kalah 0-2 dari Cardiff. (AFP/Oli Scarff)

BangunBanten.Com - Menjadi manajer di Premier League merupakan salah satu pekerjaan tersulit di dunia sepak bola. Semua tim di Liga Inggris menaruh ekspektasi yang tinggi setiap musimnya. Empat pekan awal telah dilalui 20 klub di Premier League musim ini. Javi Garcia menjadi pelatih pertama yang dipecat setelah tidak mampu membawa Watford bersaing di papan tengah. Pelatih asal Spanyol tersebut menjadikan Watford sebagai klub satu-satunya yang belum meraih tiga angka sepanjang musim ini.

Pemecatan manajer dapat dilakukan kapan saja. Tidak memenuhi target klub menjadi salah satu alasan pemecatan pelatih terjadi. Pemecatan pelatih merupakan salah satu tindakkan terkejam dalam dunia olahraga. Setelah Premier League melewati bulan pertama, sudah terlihat dengan jelas beberapa manajer di Premier League posisinya sedang berada di ujung tanduk. Berikut calon manajer yang diprediksi oleh Sportskeeda akan mengalami pemecatan dalam waktu dekat.

Nuno Espirito Santo (Wolverhampton Wanderers)

Pelatih Wolverhampton Wanderers, Nuno Espirito Santo, melakukan selebrasi usai menaklukkan Manchester United pada laga Piala FA 2019 di Stadion Molineux, Sabtu (16/3). Wolverhampton menang 2-1 atas Manchester United. (AP/Rui Vieira)

Nuno Espirito Santo didatangkan Wolves dari Porto sebelum musim 2017/18 dimulai untuk membantu klub yang bermarkas di Stadion Moleniux tersebut kembali promosi ke Premier League. Manajer asal Portugal tersebut akhirnya berhasil membawa Wolves kembali ke Premier League setelah enam tahun absen. Semusim setelahnya, Espirito Santo mampu membawa Wolves bermain di Liga Eropa.

Pada awal musim ini, eks manajer Porto tersebut belum menunjukan performa yang menjanjikan seperti musim lalu. Wolves berada satu strip di atas Aston Villa hingga pekan keempat Premier League. Sepanjang empat pekan awal Premier League, Wolves belum pernah meraih kemenangan.

Salah satu penyebab turunnya performa Wolves awal musim ini adalah tim asuhan Espirito Santo harus mengawali Liga Eropa dari babak kedua Kualifikasi. Perjalanan Wolves di Eropa terbilang sangat mengesankan. Wolves unggul dengann agregat 6-1 atas Crusaders, 8-0 atas Pyunik, dan 5-3 atas Torino. Sekarang Wolves sudah mencapai fase grup Liga Eropa. Di fase grup, Wolves tergabung ke dalam grup K bersama Braga, Besiktas, dan Slovan Bratislava.

Ole Gunnar Solskjaer (Manchester United)

FOTO: Daniel James Cetak Gol, MU Gagal Kalahkan Southampton
Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, memberikan instruksi kepada Aaron Wan-Bissaka pada laga Premier League di Stadion St Mary's, Southampton, Sabtu (31/8). Kedua klub bermain imbang 1-1. (AP/Mark Kerton)

Manchester United di bawah asuhan Ole Gunnar Solskjaer memulai musim dengan tidak meyakinkan. Setelah menang telak 4-0 atas Chelsea, Setan Merah malah kedodoran pada 3 laga selanjutnya. The Red Devils ditahan imbang Wolves dan Southampton serta mengalami kekalahan saat berhadapan dengan Crystal Palace.

Banyak aspek yang harus segera dibenahi oleh Solskjaer jika tidak ingin dipecat. Masih rapuhnya lini belakang Setan Merah ditambah kurang kreatifnya lini tengah membuat pelatih asal Norwegia tersebut harus segera mencari solusi.

Kehilangan poin saat melawan tim kecil harus dihindari Solskjaer. Apalagi Setan Merah tidak akan menghadapi laga-laga berat selain melawan Arsenal pada bulan ini.

Frank Lampard (Chelsea)

Tammy Abraham rayakan gol bersama Frank Lampard (AFP)

Pada bursa transfer musim panas ini, Chelsea tidak dapat mendatangkan pemain karena sanksi transfer yang harus mereka terima. Keterbatasan dalam mendatangkan pemain baru membuat Frank Lampard hanya menggunakan pemain ala kadarnya. Mengawali musim, Chelsea terpaksa harus bertekuk lutut dari Manchester United dengan skor 4-0. Hasil tersebut bukanlah hasil yang diinginkan Lampard untuk memulai petualangan barunya bersama The Blues.

Setelah kalah dari Setan Merah, Chelsea harus merelakan trofi Piala Super Eropa ke tangan Liverpool setelah kalah adu penalti pada laga tersebut. Setelah menelan dua kekalahan beruntun, Chelsea akhirnya mendapatkan poin perdana di Premier League saat menjamu Leicester City dengan skor 1-1. Pada pekan ketiga Premier League, Lampard akhirnya dapat memberikan tiga poin perdana saat dijamu Norwich City. Chelsea unggul 3-2 pada laga tersebut. Kemenangan tersebut tidak dapat dilanjutkan saat Chelsea terpaksa ditahan imbang tamunya Sheffield United dengan skor 2-2.

Menjadi salah satu gelandang terbaik di Premier League dan memberikan banyak piala ke dalam lemari Chelsea tidak cukup bagi Lampard mengangkat The Blues kembali ke puncak kejayaan. Diperlukan pengalaman yang cukup bagi pelatih asal Inggris ini untuk membawa Chelsea menjadi klub yang disegani di Premier League. 

sumber:https://www.bola.com/inggris/read/4061588/3-pelatih-yang-resah-menanti-kemungkinan-vonis-pemecatan-di-pentas-premier-league?HouseAds&campaign=Trivia_Inggris_STM