400 Personel TNI-Polri Diterjunkan Pengamanan Pergerakan Massa dari Tangerang ke MK

400 Personel TNI-Polri Diterjunkan Pengamanan Pergerakan Massa dari Tangerang ke MK
Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Abdul Karim (kanan) saat menghadiri Halalbihalal di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Rabu (26/6/2019)

bangunbanten.com-Tangerang, Polisi masih melakukan tindakan pencegahan dan penyekatan pergerakan massa yang akan bertolak ke Mahkamah Konstitusi (MK)dari Kota Tangerang.

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Abdul Karim mengatakan, dirinya menerjunkan setidaknya 400 personel gabungan dari TNI dan Polri.

"Pengamanan pergerakan massa kita melibatkan sekira 300 sampai 400 personel dari TNI dan Polri untuk mengamankan di Kota Tangerangsendiri," ujar Karim saat menghadiri Halalbihalal di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Rabu (26/6/2019).

Bentuk penyekatan pergerakan massa masih sama seperti saat kejadian 22 Mei kemarin yaitu pengamanan di beberapa titik yang diduga akan dilewati massa.

Namun, Karim enggan membeberkan titik mana saja yang akan ditebalkan pengamanannya.

"Mekanisme pengaman sama, penyekatan, terus pendekatan ke tokoh-tokoh. Ini salah satu bentuk untuk mencegah mobilisasi massa ke Jakarta. Titiknya, enggak boleh dong rahasia," ucap Karim.

Namun, berdasarkan informasi intel di lapangan, hingga kemarin tidak ada informasi akan ada pergerakan massa secara masif dari Kota Tangerang.

Sama halnya dengan Polres Metero Tangerang Kota, Polresta Tangerang juga melakukan penebalan keamanan di beberapa titik di Kabupaten Tangerang.

Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Sabilul Alif mengatakan beberapa titik yang dilakukan penebalan pengamanan lantaran menjadi titik jalur pergerakan strategis menuju Jakarta dan sebaliknya.

"Hari ini ada beberapa titik yang memang kita tempatkan petugas di pintu masuk dan keluar wilayah hukum Polresta Tangerang. Ada beberapa titik, Tol Balaraja, Cikupa, dan Serang," kata Sabilul di Mapolresta Tangerang, Rabu (26/6/2019).

Sabilul mengatakan telah menerjunkan setidaknya 80 personel di beberapa titik di atas untuk penghadangan massa yang akan bertolak ke Ibukota.

Pasalnya, polisi akan melakukan razia terhadap barang-barang bawaan milik warga yang terlihat mencurigakan, persis saat melakukan pengamanan 22 Mei 2019 lalu.

"Apabila ada (massa), kita imbau untuk tidak berangkat dan akan kita razia. Lalu kalau ada barang-barang yang berbahaya tentu diperiksa dan ditahan," tutur Sabilul.

sumber:https://jakarta.tribunnews.com/2019/06/27/400-personel-tni-polri-diterjunkan-pengamanan-pergerakan-massa-dari-tangerang-ke-mk