Aurat

Aurat

bangunbanten.com-Aurat Perempuan Menurut Empat Mahzab

Pendapat yang mengatakan bahwa wajah dan telapak tangan bukan aurat adalah pendapat Aisyah,Ibnu Abbas,dan lbnu Umar.pendapat ini didapat dari para ahli Fiqh.Oleh sebab Itu Ibnu 'Abdilbarr berkata dalam at-Tamhid: 

"Para ulama berbeda pendapapat tentang ta'wil firman Allah,wa la yubdina zinatahunna illa ma zhahara minha (QS.an-Nur:31).
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas dan lbnu Umar:'Kecuali 
yang biasa tampak,yaitu wajah dan kedua telapak tangan,Diriwayatkan dari Ibnu Mas'ud:'Yang tampak terlihat di atas pakaian,tidak boleh memperlihatkan anting-anting,rantai,gelang tangan, dan gelang kaki,kecuali yang tampak di atas pakaian Para tabi'in berbeda pendapat berdasarkan dua pendapat ini.Para ahli Fiqh juga berbeda pendapat berdasarkan Ini. 

Menurut Mazhab hanafi 

Imam al-Kasari al-Hanafi berkata dalam Bada`i ash-Shana`i "Laki-laki asing (tidak mahram) tidak boleh melihat perempuan yang tidak mahram yang merdeka (bukan hamba sahaya)
tidak boleh melihat seluruh tubuhnya,kecuali wajah dan telapak tangan,berdasarkan firman Allah surat an-Nur ayat 30. 
Hanya saja pengecualian boleh melihat 'tempat-tempat perhiasan yang tampak,yaitu wajah dan telapak dan telapak tangan,ini dispensasi dari ayat 31 surat an-Nur. Yang dimaksud dengan perhiasan adalah tempat perhiasan tersebut. Tempat perhiasan yang tampak nyata adalah wajah dan telapak tangan,karena dibutuhkan pada transaksi jual-beli,mengambil,dan memberi.Menurut kebiasan, semua itu 'tidak dapat dilaksanakan kecuali dengan memperlihatkan wajah dan telapak tangan, maka boleh diperlihatkan. lni pendapat lmam Hanafi radhiallah anhu.

Menurut Mazhab Maliki

Imam ad-Dardir al-Maliki berkata sebagaimana yang disebutkan dalam Aqrab al-Masalik,"Aurat perempuan terhadap laki-laki yang tidak mahram adalah seluruh tubuhnya,kecuali 
wajah dan telapak tangan.Muhammad bin Ahmad yang dikenal dengan nama'Alisy berkata dalam Manh al-Jalil Syarh Mukhtashar Khalil,”Aurat perempuan merdeka terhadap laki-laki tidak mahram yang muslim adalah seluruh tubuhanya,kecuali wajah dan telapak tangan,bagian atas dan bawah.Wajah dan telapak tangan bukan aurat,boleh di buka terhadap laki-laki yang bukan mahram"


Menurut Mazhab Syafi`i 
 
Syaikhul Islam Zakariyya al-Anshari asy-Syafi'i berkata dalam Asna al-Mathalib,"Aurat perempuan dalam shalat dan terhadap laki-laki yang bukan mahram meskipun di luar shalat adalah seluruh tubuhnya, kecuali wajah dan telapak tangan,bagian luar dan bagian dalam,hingga pergelangan tangan." 

Ar-Rahibani berkata dalam Syarh al-Ghayah,“Menutup seluruh kepala lebih utama,karena kepala itu aurat baik di dalam Shalat maupun di luar shalat.Tidak hanya ketika ihram. Berbeda dengan memperlihatkan wajah. 

Menurut Mazhab Hambali 

Adapun pendapat yang mengatakan bahwa wajah dan telapak tangan adalah aurat,ini adalah pendapat sebagian mazhab Hanbali lbnu Qudamah berkata dalam al-Mughni,"Sebagian ulama mazhab Hanbali berkata bahwa sesunggunya perempuan Itu seluruh tubuhnya adalah aurat. Karena diriwayatkan dalam hadis dari Rasulullah saw: 'Perempuan Itu aurat.,(HR at-Tarmidzi) la berkata bahwa hadis ini hasan sahih.Akan tetapi beri dispensasi untuk memperlihatkan wajah dan telapak tangan, karena menutupnya menimbulkan kesulitan, dan karena boleh melihat wajah dan telapak tangan ketika proses pertunangan, karena tempat berkumpulnya kebaikan"


di ambil dari buku: "Ustadz Abdul Somad Menjawab" hal.418-420 cetakan kelima ,2019