Jemaah Haji Mulai Tinggalkan Mina

Jemaah Haji Mulai Tinggalkan Mina

BangunBanten.Com - Sebagian jemaah haji mulai meninggalkan Mina kembali ke pemondokan di Kota Mekah, Selasa (13/8/2019). Termasuk dari Provinsi Banten.

Mereka kebanyakan memilih nafar awal (pemberangkatan gelombang pertama) karena banyak yang sakit. Selain juga kondisi cuaca di Mina yang Senin (12/8/2019) petang terjadi hujan deras dan sempat menyebabkan banjir di tenda dan terowongan Mina.

Petugas Haji Daerah (PHD) Banten dari Kloter 56 Lebak Iyan Fitriyana mengatakan pihaknya memilih melakukan nafar awal karena banyak jemaah haji yang terganggu kesehatan.

“Keputusan nafar awal ini setelah Ketua Kloter 56 Muksin dan saya sebagai TPHD, bermusyawarah dengan para ketua romobongan. Kami memutuskan, baik jemaah yg melaksanakan nafar awal maupun nafar tsani, harus pulang hari ini (Selasa, 13/8/2019) ke hotel.

Menurut dia, keputusan ini diambil, setelah menerima saran dari petugas Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) dokter Fathurohim, didampingi oleh perawat Yopi Yulianti dan Lismawati Anggraeni.

“Pihak TKHI mulai mengkhawatirkan kondisi kesehatan jemaah di tenda Mina. Jemaah banyak yang mengalami gangguan kesehatan,” kata Iyan.

Sementara iitu, petugas TPIHI, A. Faizin Saqafi memberikan solusi kepada sekitar 50 jemaah yang hendak melakukan nafar tsani, agar tetap ikut serta pulang ke hotel, tanazul, nanti bakda Isya bisa berangkat ke Mina untuk mabit dan dilanjut dengan jumrah. Setelah selesai tahapan jumrah, maka tahapan berikutnya, yaitu jemaah akan melaksanakan tawaf ifadhah dan ditutup dengan tahalul.

Dalam pantauan Kabar Banten Selasa pagi, jemaah haji yang memilih nafar awal sudah sejak pagi berkemas untuk menunggu bus jemputan. Pihak maktab pun memberitahukan melalui pengeras suara di tenda-tenda jemaah haji.

Jemaah haji Kloter 12 Kabupaten Serang juga memilih nafar awal karena alasan yang sama, yakni kekhawatiran kondisi jemaah. “Tenda yang sempit, sudah banyak yang mengkawatirkan kondisi kesehatannya,” katanya.

Berbeda bagi Kloter 27 Kabupaten Tangerang yang memilih mabit hingga 13 Zulhijah atau nafar tsani. “Untuk kepulangan ke Mekah, Kloter 27 diangkut bus pada Rabu (14/8/2019) pagi,” kata Ketua Kloter 27 Asep Shihabul Millah.

Ia mengakui banyak jemaah yang mengeluh sakit, namun pihak TKHI masih bisa melakukan penanganan dengan baik dan cepat.

Banjir

Sementara itu, pada Senin (12/8/2019) petang sekitar pukul 18.00 Waktu Arab Saudi atau pukul 22.00 WIB, wilayah Mina dilanda hujan deras dan angin kencang. Kondisi tersebut membuat jemaah yang tinggal di tenda khawatir dan cemas. Kondisi hujan dan angin pun membuat aliran listrik dan jaringan telekomunikasi terganggu.

Hujan deras menyebabkan tenda Kloter JKG 23 di Maktab 55 terendam banjir. Jemaah kemudian dievakuasi ke tenda kosong yang ditinggal jemaah.

Sementara itu, informasi yang tersebar di media sosial tentang banjir di terowongan Mina, menyebabkan sejumlah jemaah haji yang ingin melenpar jumrah dilarang pihak maktab.

PHD asal Kabupaten Pandeglang Eman Sulaiman mengakui sempat banjir di depan pintu masuk terowongan Mina kemarin sore (Senin, 12/8/2019) sekitar pukul 16.30 WAS, ketinggian air kira-kira 15 cm dan lumayan deras.

“Hanya mengakibatkan arus pejalan kaki jadi melambat, tapi semua baik’saja. Kebetulan saat mulai hujan sampai hujan reda saya berada di TKP. Kejadian tidak sedramatik di medsos,” kata Eman.

Dalam pantauan Kabar Banten Senin petang, jemaah haji sudah menjalankan lontar jamarat. Kepadatan terjadi pada pagi hari sekitar pukul 07.00 pagi. Tampak pula Menag dan rombongan meninjau ke kawasan jamarat. 

 

sumber:https://www.kabar-banten.com/jemaah-haji-mulai-tinggalkan-mina/