Perceraian

Perceraian

BangunBanten.Com 

Tanya:

Apakah sah talak yang di wakilkan dan lewat surat ?

 

Jawab:

 hukum mewakilkan talak

Diterjemahkan dari Kitab Mausu'ah al-Fiqh al-islamiy (Ensiklo-pedi Fiqh lslam).

”Sebagaimana seorang laki-laki memiliki hak talak pada dirinya sendiri, maka ia juga memiliki hak untuk mewakilkan talak kepada orang lain. Talak tetap dianggap jatuh meskipun tidak dijatuhkan suami (secara langsung), akan tetapi dijatuhkan oleh orang lain dengan izin suami, apakah dengan cara diwakilkan kepada orang lain, pelimpahan kuasa,atau dengan surat. Makna mewakilkan adalah:suami mewakilkan kepada orang lain untuk menceraikan istrinya,misalnya ia mengatakan kepada orang lain, "Saya wakilkan kepada engkau dalam hal menceraikan istri saya.” jika si wakil menerimanya. kemudian mengatakan kepada istri orang yang mewakilkan. “Engkau telah diceraikan." Maka talaknya jatuh.

Semua orang yang sah talaknya. maka sah pula jika ia mewakilkan kepada orang lain. Orang yang menjadi wakil dalam masalah talak terikat dengan pendapat orang yang mewakilkan. Jika orang yang menjadi wakil itu melampui batas, maka perbuatannya tidak sah. kecuali dengan ”izin orang yang mewakilkan. Orang yang mewakilkan dapat menggugurkan hak wakil kapan saja ia berkehendak. Jika seorang suami mewakilkan kepada istrinya untuk menceraikan dirinya sendiri, maka perwakilan itu sah dan talaknya juga sah. Karena sah hukumnya jika suami  mewakilkan kepada istrinya untuk menceraikan orang lain,maka sah pula hukumnya untuk menceraikan dirinya sendiri.

Hukum Talak dengan Surat

Talak dengan surat itu ada dua bentuk:

1.Suami menulis surat cerai kepada istrinya, ia kirimkan dan ia tujukan kepada istrinya, ia tulis secara harfiah, ”Engkau telah ditalak,” atau “Engkau diceraikan," atau kalimat seperti itu yang mengandung makna talak. Ketika si istri menerima surat itu, maka talak jatuh pada dirinya.

2.Suami mengirim pesan lisan, misalnya seorang suami  berkata kepada seseorang, “Pergilah engkau kepada :si anu istri saya, katakan kepadanya: 'Sesungguhnya suamimu telah berkata kepadaku bahwa engkau telah diceraikan."Jika utusan itu pergi kepada istri yang bersangkutan dan menyampalkan pesan lisan Itu, maka talak pun Jatuh. Utusan Itu hanya membawa pesan, bukan orang yang menjatuhkan talak.

 

sumber:'Ustadz Abdul Somad Menjawab" cetakan kelima,2019  hal:397-399