Ditolak Daftar Ulang Seleksi PPPK, Ratusan Guru Honorer di Kota Tangerang Meradang

Ditolak Daftar Ulang Seleksi PPPK, Ratusan Guru Honorer di Kota Tangerang Meradang

BangunBanten.Com- Ratusan guru honorer Kategori (K2) atau K3 di Kota Tangerang meradang. Sebab, pendaftaran penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) ditolak Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang.

Alhasil, ratusan tenaga pendidik tersebut, langsung mengadukan aspirasinya ke DPRD setempat untuk menindaklanjuti permasalahan tersebut. Namun, tidak menemukan titik terang.

Merasa tak puas dengan hasil pertemuan tersebut, para guru yang mengajar murid SD berencana menggeruduk kediaman Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah. Namun, rencana tersebut batal.

Menanggapi keluh kesan para pahlawan tanpa jasa tersebut, Wali Kota Tangerang menyebutkan, bahwa telah berkordinasi dengan Pemprov Banten terkait persoalan seleksi PPPK.

“Ditunggu nanti tanggal mainnya. Jadi kan kemarin masalah anggaran, kami sudah konsultasi nih ada bukti WA-nya (pesan WhatsApp) ke provinsi,” katanya seusai peresmian Sentra Oleh-oleh di Jalan Veteran Raya, Kota Tangerang, kemarin.

Ia menuturkan, dalam koordinasi dengan Pemrov Banten beberapa waktu lalu, Pemkot Tangerang diusulkan untuk sama-sama tidak menggelar seleksi PPPK, karena terkendala anggaran.

Menurut dia, rencana upah PPPK akan ditanggung Pemerintah Pusat. Namun, ketika detik-detik seleksi, pemerintah daerah yang harus menanggungnya. “Provinsi enggak menyelenggarakan katanya. Jadi kan kami ngikut,” ujarnya.

Namun rupanya, meskipun gaji ditanggung pemerintah daerah, sejumlah daerah juga masih tetap menggelar seleksi PPPK dengan menggunakan anggaran perubahan. “Nah, ternyata daerah lain melaksanakan, karena anggarannya dilakukan di perubahan,” ucapnya.

Ia menambahkan, bahwa sedang menjalani komunikasi dengan Pemerintah Pusat melalui Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan akan melapor ke Presiden Jokowi, karena kebetulan sedang berkunjung di Kawasan Tangsel.

“Jadi, sekarang kami koordinasi, saya tadi kirim WA ke pak Moeldoko belum mendapat balasan. Mudah-mudah saya laporkan pak Presiden. Tapi, tadi dari BKN silakan mempersilakan. Doain saja semoga bisa terlaksanakan,” tuturnya.

Sementara itu, menurut Herman Ketua Honorer K2 Kota Tangerang, bahwa dia dan para guru lainnya heran saat mendaftar PPPK di Kota Tangerang ditolak. “Kamki tidak paham soal pendaftaran PPPK itu diputuskan secara tiba-tiba. Alasannya, karena enggak ada anggaran dari APBD saat kami tanya ke Dinas Pendidikan,” katanya kepada wartawan.

Ia menjelaskan, ratusan guru honorer di Kota Tangerang sebelumnya telah mendaftar rekrutmen PPPK secara online. Registrasi juga berhasil. Namun, saat pendaftar PPPK mendatangi Kantor BKPSDM Kota Tangerang untuk melakukan registrasi ulang demi bisa mengikuti pelaksanaan tes tahap I pada Sabtu mendatang ditolak.

“451 orang sudah daftar dan valid tinggal cetak nomor peserta ujian. Tapi, kami datang ke BKPSDM dibatalkan perekrutan PPPK. Kenapa baru? Kenapa enggak dari awal diputusnya kalau tak ada anggarannya. Sekarang gini saja. Kalau PPPK tidak bisa, kami hanya ingin gaji kami disetarakan dengan UMK,” ujarnya.

Sementara itu, Sjaifuddin Z Hamadin anggota Komisi IV DPRD Kota Tangerang yang sempat menerima aspirasi guru honorer tersebut menambahkan, bahwa dia baru mengetahui persoalan tersebut.

Setelah berkoordinasi dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang Dadi Budaeri dan Kepala BKPSDM Kota Tangerang Ahmad Luthfi, ucap dia, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang tidak mempunyai anggaran untuk PPPK.

Hal tersebut, karena pada awalnya beban anggaran PPPK ditanggung oleh Pemerintah Pusat. Namun, ketika pelaksanaan, diputuskan ditanggung oleh pemerintah daerah.

“Rupanya kebijakan Pemerintah Pusat tersebut, kemudian untuk menerima PPPK, tapi dari K2. Nah itu yang pertama dibiayai APBN, tapi saat pelaksanan dekat-dekat ini Pemerintah Pusat meminta kepada daerah untuk dbiayai APBD Kota Tangerang,” tuturnya. (DA).

sumber :https://www.kabar-banten.com/ditolak-daftar-ulang-seleksi-pppk-ratusan-guru-honorer-di-kota-tangerang-meradang/