Krakatau Steel Kontrak Puluhan WNA Tiongkok

Krakatau Steel Kontrak Puluhan WNA Tiongkok

BangunBanten.Com- PT. Krakatau Steel Engineering angkat bicara terkait video viral ratusan tenaga kerja asing (TKA) yang bersitegang dengan warga Komplek Citra Garden BMW, Kabupaten Serang, Rabu (6/3/2019).

Mereka mengklaim, TKA yang jumlahnya hanya puluhan atau tidak lebih dari seratus itu merupakan tenaga ahli yang dikontrak untuk kebutuhan operasi pabrik blast furnace complex yang diresmikan pada akhir tahun lalu.

Presiden Direktur PT. KS Engineering Utomo Nugrogo mengatakan, para TKA itu dipekerjakan untuk menguji peralatan pabrik blast furnace yang sedang memasuki tahap uji operasi. Sebab, peralatan pabrik berasal dari Tiongkok. Oleh akena itu, pihaknya juga membutuhkan tenaga kerja yang memiliki skill sesuai dengan negara asal teknologi itu didatangkan.

“Untuk menguji peralatan tersebut, maka kita memerlukan tenaga skil engineering yang berasal dari pemasok teknologinya langsung. Ini kemudian kenapa kami harus mendatangkan tenaga kerja asing itu. Karena, memang mereka berasal dari negara yang memasok teknologinya,” kata Utomo saat memberikan keterangan kepada awak media di ruang konfrensi Mapolda Banten, Jumat (8/3/2019).

Utomo menjelaskan, proyek blast furnace merupakan hasil kerjasama konsorsium MCC CERI yang berasal dari Tiongkok dengan PT. KS Engineering. Para TKA dibutuhkan lantaran tenaga kerja lokal masih belum memiliki pengalaman dalam mengoprasikan teknologi tersebut.

Berdasarkan rinciannya, para TKA ini tersebar di beberapa area proyek blast furnace. Di antaranya, area raw material handling, pabrik sinter, pabrik cokes oven, blast furnace cement (BFC), hot stove dan area HMTP.

“Tahapan projek ini sudah tahapan akhir untuk uji operasi. Kita memerlukan tenaga kerja skil yang notabene berasal dari pemasok peralatan tekhnologinya. Tapi, sekarang sudah jalan melakukan transfer pengetahuan. Karena kita belum memiliki teknologi ini, otomatis masih tergantung sama engineering dan skil labour yang kita datangkan itu,” ujar Utomo.

Utomo pun menegaskan, keberadaan TKA Tiongkok itu hanya bersifat sementara atau tenaga kontrak. Sebab, setelah pengetahuan teknologinya diberikan kepada para tenaga kerja lokal, maka keberadaan mereka juga tidak terlalu dibutuhkan lagi oleh PT. KS Engineering.

“Jadi, mereka bukan permanen tugasnya di sini. Hanya supervisi alat, supaya ilmunya bisa ditransfer ke operator kami. Misalkan nanti suatu saat ada maintance, maka kami sudah siap menghadapi masalah itu,” tutur Utomo.

Sementara, terkait insiden adu mulut para TKA ini dengan warga Citra Garden BMW, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang yang sempat viral di medsos, Utomo mengatakan bahwa kejadian itu hanya merupakan salah paham. Sebab menurutnya, selama disediakan tempat tinggal sementara di perumahan tersebut, para TKA tidak pernah punya masalah apapun dengan warga sekitar.

“Mereka ini kan biasanya menggunakan kendaraan pribadi untuk pulang pergi ke tempat kerja. Tapi, karena hari itu ada kendala administratif, maka kita gunakan kendaraan besar untuk menjemput mereka. Nah pas kejadian, di komplek itu kan tidak boleh ada kendaraan yang langsung menuju lokasi penginapan, ada jarak tertentu. Sementara, kemarin mobil kami langsung ke sana. Akhirnya, menimbulkan interes dengan warga sekitar dan ada yang merekam sampai di upload ke medsos. Akhirnya viral,” kata Utomo.

Pindahkan hunian TKA

Mengenai adanya isu ribuan TKA asal Tiongkok yang tersebar di medsos, Utomo memastikan hal itu merupakan hoax. Sebab, perusahaannya hanya membutuhkan sedikit tenaga kerja asing, dan itu pun untuk keperluan persiapan operasional proyek blast furnace.

“Kalau ada yang bilang seribu, itu hoax. Jumlahnya paling hanya 80-100 orang. Jadi, sangat tidak mungkin ada ribuan TKA. Kami hanya membutuhkan jauh lebih rendah. Tugasnya juga dalam rangka proses persiapan pabrik yang Insya Allah akan segera kita aktifkan,” ujar Utomo.

Pasca insiden ini, pihaknya mengatakan akan memindahkan lokasi hunian para TKA tersebut untuk mencegah terulangnya kejadian serupa. Ia pun berharap, peristiwa ini tidak terjadi kembali agar tidak menimbulkan konflik di masyarakat.

“Langkah kita ke depan, nanti sebagian akan kita pecah. Artinya, kita pindahkan ke tempat lain supaya potensi friksi bisa jauh berkurang. Kita juga sudah koordinasi ke lapangan,” tutur Utomo.

Di tempat yang sama, Kepala Imigrasi Serang Syamsul mengatakan Keberadaan WNA asal Tiongkok ini dipastikan sudah berdasarkan prosedur dan telah mengantongi berkas perizinan yang legal. Dari data yang pihaknya terima, para TKA tersebut juga merupakan tenaga ahli dan bukan pekerja kasar.

“Itu semua tenaga ahli, bukan (pekerja) kasar. Jabatan mereka juga rata-rata tenaga ahli memasang mesin semua. Jadi, perizinannya juga sudah sesuai. Hanya geger saja itu, akhirnya jadi viral,” kata Syamsul.

Sebelumnya diberitakan, warga perumahan Citra Garden BMW di Toyomerto, Desa Wanayasa, Kecamatan Kramatwatu terlibat cekcok adu mulut dengan WNA asal Tiongkok yang juga ngontrak di perumahan tersebut. Kejadian yang berlangsung pada pagi hari ini, diduga karena keberadaan WNA yang kerap keluar masuk dengan menggunakan bus jemputan karyawan dinilai mengganggu kenyamanan warga sekitar.

Menurut salah satu petugas keamanan Perumahan Citra Garden BMW, Rois, keributan itu terjadi saat sekitar 200 WNA hendak berangkat kerja dengan menggunakan empat bus jemputan di komplek BMW. Padahal di perumahan itu ada aturan dilarang keluar masuk bus.

Aktivitas keluar masuk bus jemputan itu pun sudah terjadi sekitar setengah tahunan. Selama ini warga memang tidak bertindak. Namun lama kelamaan warga sekitar merasa terganggu dan kesal. Sampai kemudian warga pun protes dengan perilaku tersebut dan mendatangi para WNA yang hendak berangkat menuju tempat kerja mereka.

sumber :https://www.kabar-banten.com/krakatau-steel-kontrak-puluhan-wna-tiongkok/